Herbal Pegagan

Pegagan

Kapsul Herbal Pegagan

Overview

Kategori Thibbun Nabawi

Berat per unit 0.09 kg

Spesifikasi

Bahan Daun pegagan

Isi: 80 kapsul

Deskripsi

Pegagan atau Centella asiatica L. termasuk kedalam famili tumbuhan umbelliferae atau apibiaceae. Dikenal sebagai rumput kaki kuda, antanan gede, panegowang atau kisu-kisu. Pegagan dikenal aman dan efektif untuk mengobatai bnerbagai macam penyakit. Tumbuhan ini bersifat antiinfeksi, anti racun, penurun panas (antipiretik), peluruh air seni, anti lepra, anti sifilis sekaligus merevitalisasi sel kulit, merevitalisasi sel tubuh dan kesuburan wanita, memperbaiki sirkulasi dengan merevitalisasi pembuluh darah.
Kapsul herbal ini terbuat dari daun pegagan 100%, memiliki banyak manfaat diantaranya adalah :
-Meningkatkan daya ingat
-Membuat awet muda
-Menurunkan gejala stress
-Meningkatkan stamina
-Mencegah kepikunan
-Melancarkan peredaran
-Darah tinggi
-Penderita gangguan ginjal
dan lain sebagainya

Aturan pakai :
– untuk penyakit Darah tinggi, wasir, ayan, campak, infeksi batu saluran kencing, batuk darah, muntah darah, mimisan : 3×3 kasul/hari
– untuk penyakit sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan, kesuburan wanita : 3×1 kapsul/hari
– untuk penyakit revitalisasi sel (luka, luka bakar, borok kulit, mencegah keloid), susah kencing, demam, radang amandel, sakit tenggorokan, bronchitis : 3×1-2 kapsul/hari
– pembengkakan hati L3x5 kapsul/hari

Bisa dugunakan atau digabung dengan obat lain sesuai jenis penyakit.

Tidak perlu khawatir menggunakan produk ini karena terbukti aman. Sudah banyak konsumen yang merasakan manfaatnya dan melakukan pembelian ulang.

PEGAGAN (Centella asiatica Urban)

Latin : Cetella asiatica / Hydrocotyle asiatica
Indonesia : Daun kaki kuda / Tikusan / Pani gowang / Pegagan
English : (berdasar nama-nama Cina) : Broken copper coin / Button grass / SmaIl-leaved horsehoof grass.
Cina : Ji xue cao

Familia : UmbeIliferae (Apiaceae)
Sinonim : Hydrocotyle asiatica L. = Pesequinus Rumph

Bagian yang dipakai : Seluruh tanaman.

Kandungan Kimia :
Pegagan mengandung senyawa Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, rnadecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsiurn, besi, vellarine (campuran antara damar dan minyak terbang) dan zat semak dan tennin. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawa sejenis, berkhasiat sebagai anti lepra, sebagai penyembuh luka, radang tenggorokan.Tanaman ini juga mengandung tanin yang kemungkinan dapat membantu mengatasi radang usus dan sakit perut. Selain itu pegagan bersifat manis, mendinginkan, membersihkan darah, dan melancarkan peredaran darah.

Kandungan & manfaat :
Daunnya merupakan obat yang resmi di berbagai Farmakope. Di Indonesia tumbuhan ini lebih dikenal sebagai obat untuk menyembuhkan seriawan mulut atau afthae. Tanaman ini juga bisa dipakai sebagai obat kusta, sebagai anti infeksi, antitoxic, penurun panas dan peluruh air seni. Menurut orang Madasangkar tanaman ini mengandung bahan hablur, ester asiaticosida. Tanaman ini, dapat dibuat sebagai bahan injeksi dimana bahan aktif ini dapat menghancurkan pertahanan kusta, borok berforasi dan luka pada jari tangan serta luka awal pada mata. Aktivitasnya dimungkinkan oleh larutnya bahan lilin yang menyembunyikan bacil kusta sehingga menjadi getas dan akibatnya badan dengan mudah dapat membunuh penyakit bersama obat. Pegagan yang berasal dari India dan Srilangka mengandung bahan serupa, meskipun bukan dari bahan-bahan yang sama. Tanaman asal Srilangka memiliki tiga asam triterpen dan centellosida, tidak sama dengan asam dan ester yang berasal dari Madagasar. Di Eropa Centella asiatica dijual sebagai salep 1% dan bubuk 2%, yang berguna untuk menyembuhkan luka borok yang menahun.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

  1. Rebusan daun pegagan 10% yang di berikan pada anjing sebagai binatang percobaan mempunyai daya diuresis (pengeluaran air kemih) yang lebih baik di banding rebusan air pegagan 0,5% dan 5% (Malawat Salim, JF FMIPA UNHAS, 1981)
  2. Secara in vitro, infus dan ekstrak alkohol daun pegagan mempunyai daya antimikroba, khususnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dalam bentuk ekstrak alkohol, harga kadar hambat minimum (KHM) atau kadar bunuh minimum (KBM) terhadap kedua jenis bakteri tersebut lebih besar dibandingkan dalam bentuk infus. Daya anti bakteri daun pegagan terhadap S. Aureus lebih besar dibandingkan terhadap E. coli. Daya antimikotik terhadap Candida albicans tidak nyata (Endang Adriyani, Fakultas Farmasi, UGM, 1987)
  3. Infus daun pegagan dengan kadar 7,5% paling baik untuk melarutkan batu ginjal kalsium (Sri Endah Suhartatik, Fakultas Farmasi, UGM, 1989)
  4. Ekstrak pegagan dapat menghambat pertumbuhan bakteri enterik, seperti Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes, dan Salmonella typhi (Syahnida, JF FMIPA UNAND,1993)
  5. Asiaticocide dan thankuniside dapat mengurang kesuburan(fertilitas)
  6. Dalam dosis yang tinggi, pegagan dapat menurunkan kadar gula darah (berkhasiat hipoglikemik)
  7. Asiaticoside efectit untuk mengobati lepra (kusta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s